Tanggal Posting

February 2012
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Aktifitas


Wirausaha

Pebisnis Sukses Versi Al-Qur’an

Allah SWT berfirman:

Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.  (QS. Al Mulk 15).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. ….(QS. An Nisa 29).

Bertekad Menjadi Wirausahawan

Dalam tafsir Al Baghawy tentang QS. Al Mulk 15 di atas diterangkan bahwa Allah SWT telah menciptakan apa saja yang ada di bumi sebagai rizki bagi manusia, dan bumi dimudahkan dan ditundukkan untuk manusia, sehingga manusia disuruh berjalan  di pelosok buminya untuk memakan rizki-Nya. Ini selaras dengan firman Allah SWT:

Dan Apakah mereka tidak melihat bahwa Sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka Yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya? Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; Maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka Mengapakah mereka tidak bersyukur? (QS, Yasin 71-73).  

Juga firman-Nya:

Tidakkah kamu perhatikan Sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan. (QS. Luqman 20).

Ayat-ayat di atas semua memberikan inspirasi bahwa Allah SWT telah memberikan kepada kita semua rizki sepenuh bumi, kecuali sedikit yang Allah haramkan. Sehingga terserah kita bagaimana berfikir dan berkreasi menggunakan nikmat kecerdasan akal kita untuk menguasainya, mengelolanya, dan memanfaatkannya sebagai sarana hidup kita dalam rangka ibadah kepada Allah SWT.

Dan Allah SWT memberikan batasan bahwa kepemilikan dan penguasaan atas rizki yang Dia ciptakan adalah dengan hokum syara’ yang menjadi izinnya. Oleh karena itu, manusia dilarang mengambil harta secara zalim seperti mencuri, korupsi, merampas, merampok, dll. Jalan menguasai harta yang diizinkan Allah SWT secara umum adalah bekerja dan berusaha, serta berbisnis atau berdagang. Berbisnis atau berdagang yakni melakukan pertukaran barang kepemilikan dengan saling ridlo. Inilah yang dimaksud dalam QS. An Nisa 29. Dengan bekal prinsip-prinsip dasar tentang kekayaan, rizki dan kepemilikan ini setiap muslim secara mendasar siap terjun sebagai wirausahawan yang dijanjikan kekayaan oleh Allah di dunia dan kedudukan yang tinggi di akhirat.  Nabi Muhammad saw. bersabda:

Pedagang/pebisnis yang jujur bersama para Nabi, shiddiqin, dan syuhada.
(Al Mustadrak ala Shahihain Juz 2/7).

Menjadi Kaya untuk Memberdayakan Sesama

Pedagang/pebisnis/wirausahawan yang jujur yang telah mengoptimalkan segala kreativitasnya untuk melakukan aktivitas usaha/bisnis, apalagi dia yang sudah berjalan di seluruh pelosok bumi, akan dikarunia kekayaan yang besar. Namun kekayaannya adalah untuk bisa memberdayakan para karyawannya, bukan memperdayainya.  Sebab taqdir Allah tidak semua manusia dibuat kaya dan tidak semua dibuat miskin. Allah SWT berfirman:

Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan (QS. Az Zukhruf 32)

Menjadi Wirausahawan yang Tidak Lupa Diri sebagai Hamba Allah

Allah Swt berfirman:

Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sholat, dan (dari) membayarkan zakat. mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (QS. An Nuur 37)

Bagaimana cara agar kita tidak lupa diri bahwa kita adalah hamba Allah? Jawabannya adalah selalu mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Untuk itu tiga hal pokok yang perlu senantiasa dilakukan,  yakni senantiasa membaca ayat-ayat Al Quran, menegakkan sholat lima waktu, dan memberikan sebagian rizki Allah yang diperoleh dengan membayar zakat maupun shodaqoh, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi. Allah SWT menyebut orang-orang yang melakukan tiga hal pokok itu sebagai orang-orang yang bisnisnya tidak akan rugi.  Allah SWT berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, (QS. Faathir 29).

Oleh karena itu, wirausahawan yang sukses dunia akhirat adalah wirausahawan atau pebisnis yang betul-betul mengoptimalkan segala kekayaan dan potensi yang Allah berikan kepadanya untuk sebesar-besarnya perolehan di hari akhirat kelak. Dia adalah orang yang selalu berorientasi kepada akhirat dengan memanfaatkan segala kekayaan dunia yang dimilikinya.  Allah SWT berfirman:

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. Al Qashash 77)

Wirausahawan yang sukses dunia akhirat adalah orang yang sangat kreatif untuk mengadakan produk-produk dan amal-amal baru yang bermanfaat dunia akhirat yang senantiasa menyertai doanya kepada Allah SWT:

Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka” (QS. Al Baqarah 201).

Semoga kita termasuk orang seperti itu,  Amien ya Mujibas Saailin. (*)

* Materi ini disampaikan dalam Pelatihan Wirausaha Muslim yang diselenggarakan oleh Tabloid Suara Islam bekerjasama dengan PT Magna Pro System Produsen Bioadditive Octane di Kantor Tabloid Suara Islam Jakarta Rabu 11 Januari 2012 oleh Pemimpin Umum Tabloid Suara Islam KH. Muhammad Al Khaththath


Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>